Menelisik Kurikulum Ideal, Kurikulum Actual dan Kurikulum Hidden

 

                    Kurikulum menjadi salah satu komponen yang memiliki impact besar dari sebuah sistem pendidikan suatu lembaga pendidikan. Maju atau mundurnya perkembangan sebuah lembaga ditentunkan dari sebuah kurikulum yang dibuat acuan, sehingga dalam proses penentuan atau pelaksanaan dari kurikulum pada sebuah lembaga perlu diperhatikan dan dikaji hingga matang karena akan menentukan jalannya proses pembelajaran bagi peserta didik pada sebuah lembaga pendidikan.

        Ada beberapa jenis kurikulum yakni sebagai berikut: 

1) Kurikulum ideal, yaitu kurikulum yang berisi sesuatu yang ideal, sesuatu yang dicita-citakan sebagaimana yang tertuang di dalam dokumen kurikulum.

Contoh: Dalam dokumen kurikulum tertera bahwa Kurikulum akan menjadikan siswa nya lebih berorientasi Islami

2) Kurikulum aktual, yaitu kurikulum yang dilaksanakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Kenyataan pada umumnya memang jauh berbeda dengan harapan. Namun demikian, kurikulum aktual seharusnya mendekati dengan kurikulum ideal. Kurikulum dan pengajaran merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan. Kurikulum merujuk kepada bahan ajar yang telah direncanakan yang akan dilaksanakan dalam jangka panjang. Sedang pengajaran merujuk kepada pelaksanaan kurikulum tersebut secara bertahap dalam belajar mengajar.

Contoh: Dalam Proses Pembelajaran disisipkan metode-metode atau alat pembelajaran yang lebih menekankan pada orientasi Islami pada peserta didik , misalnya menekankan untuk membaca ngaji/doa sebelum pelajaran berlangsung.

3) Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum), yaitu segala sesuatu yang terjadi pada saat pelaksanaan kurikulum ideal menjadi kurikulum aktual. Segala sesuatu itu bisa berupa pengaruh guru, kepala sekolah, tenaga administrasi, atau bahkan dari peserta didik itu sendiri. Kebiasaan guru datang tepat waktu ketika mengajar di kelas, sebagai contoh, akan menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh kepada pembentukan kepribadian peserta didik.

Contoh: Ketika pembiasaan-pembiasaan moral yang baik saat pembelajaran berlangsung terus menerus diterapkan, bahkan dipraktikkan oleh siswa ketika dirumah misal ketika ia akan makan ia akan berdoa terlebih dahulu karena disekolah diajarkan seperti itu, nah moral-moral seperti ini yang dinamakan hidden curriculum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Internalisasi Nilai-Nilai Berbasis Sosial dan Budaya dalam Mapel PAI”

Covid -19 : Pros and Cons Using Medical Mask and Hand sanitizer

Why Students Must Recite Quran (Tashih) in Mahad UIN Maliki Malang